Main Content RSS FeedLatest Entry

Perjuangan di Bali

Saya menghabiskan seminggu di BALI!

Oke… sebelum pada ngiri karena membayangkan saya berjemur di pantai, belajar surfing, menikmati snoorkling atau curiga bahwa saya punya honeymoon kedua di bali, saya ke Bali dalam rangka menghadiri Konvenas muda-mudi III (bagi yang gak ngarti, konvenas itu ajang kumpul-kumpulnya muda-mudi yang terlibat dalam karismatik katolik). Ini ceritanya…

Read More..

Recent Entries

Seni Jualan

“Every one lives by selling something.”

Robert Louis Stevenson

choypan

choypan

Ketika aku masih di SD, keluargaku pernah mengalami kesulitan besar. Papaku yang kerjanya sebagai sopir truk masuk penjara gara-gara dianggap bersalah mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Begini ceritanya…

Read More..

hidup adalah kesempatan

Sakit panas dua hari ini… masuk angin berat! Gara-garanya mandi jam satu pagi (how stupid it was..) ceritanya aku jengukin bokap seorang teman yang baru saja dioperasi tumor. Ternyata bokapnya butuh transfusi darah. Golongan O. Klop. Aku golongan O. Sehat. Berat badan tidak kurang dari 50 kilo (pastinya…) Jadilah aku donor darah untuk pertama kalinya. Nah ngantri mau donornya itu yang lama di PMI Kramat. Hasilnya jam satu pagi baru nyampe rumah. Dan karena badan terasa lengket karena keringat.. mandilah aku..  akibatnya tepar dua hari karena masuk angin..

Banyak hal penting terjadi belakangan ini..

Read More..

Jangan Kerja Hanya Untuk Uang

Saya dan Riana makan pagi di kantin dekat rumah. Kami cukup sering makan di sana atau sekedar ‘take away’ alias ‘bungkus’ makanan dari kantin itu.. maklum.. karena hanya berdua di rumah.. kerepotan masak hanya kita lakukan hanya untuk acara spesial (seperti ulang tahun snoopy , toy poodle kami) hehehe..

Kantin tersebut cukup rame.. karena letaknya strategis (pinggir jalan besar, banyak karyawan yang berkantor di dekatnya makan siang di sana), harganya lumayan terjangkau, dan yang paling penting .. siap santap! semua lauk sudah terhidang.. tinggal tunjuk… bayar…langsung makan!

Namun pagi itu saya kecewa..  Karena di pagi yang cerah itu, pelayan di kantin itu sudah pasang muka pepaya. Mungkin karena baru dimarahin bossnya, atau THR nya belon ada kepastian, atau sedang datang bulan (who knows) . Tapi gak ada senyum, gak ada ’selamat pagi’, hanya mingkem.. plus bibir monyong kayak bebek. Bukan jenis wajah ingin saya lihat di pagi hari.

Pepatah cina kuno bilang: Mereka yang tidak bisa senyum jangan buka toko. Siapapun yang pertama kali mengatakan pepatah ini benar-benar mengerti bisnis.. karena pagi itu saya memutuskan untuk tidak makan di situ lagi kecuali terpaksa..

Pelayan itu melakukan pekerjaannya demi uang.. (mungkin jumlahnya tidak seberapa besar).. bagi dia alasan satu-satunya dia bangun tiap pagi dan kerja adalah karena dia butuh uang. Mungkin supaya adiknya bisa sekolah. Mungkin untuk dikirim ke kampungnyaa. Alasan yang mulia. Sayangnya.. bukan alasan yang cukup baik untuk membuat dia tersenyum di pagi hari. Bukan juga alasan yang cukup baik untuk membuat dia melakukan perkerjaannya dengan sepenuh hati. Dia mungkin berkata dalam hati: “gaji saya kecil kok.” “emang gue pikirin kalo pelanggan gak senang.. kantinnya bukan punya gue”..

Riana, istri saya punya bisnis salon anjing. Dan alasan utama mengapa dia di bisnis ini adalah karena dia SUKAAAAAA dengan anjing. Yes she lovesss her job. Tentu dia senang uangnya juga… tapi dia di binsis ini karena dia senang merawat anjing-anjing. Dan pelanggannya juga senang karena mereka terbantu oleh jasa yang di berikan oleh Riana.

Jangan kerja untuk uang saja. Kerja untuk melayani orang lain. Kerja untuk menambah nilai dalam hidup orang lain. Produk, jasa kita haruslahn membuat hidup orang lain lebih baik. Dan uang OTOMATIS DATANG!

Uang Itu PENTING

Seorang teman baik saya bilang: “Money is not everything. But without money you are nothing”.

FYI. Teman saya emang rada ‘aneh’ orangnya.. :) dan saya nggak setuju dengan pendapat dia di atas. Menurut saya.. manusia tidak bisa (dan tidak seharusnya) ditentukan nilainya dari uang yang dia punya..

Namun. Ada sedikit ‘kebijaksanaan’ dari ungkapan aneh di atas. Saya setuju seratus persen dengan ini:

UANG ITU PENTING! UANG ITU SANGAT SANGAT PENTING!!!

jadi saya ingin mengubah ‘kata-kata bijak’ di atas:

Money is not everything. But all good things need money!

Ngapain juga saya nulis tentang uang…???? Read More..

bangga vs cinta

Pertanyaan saya: “Bangga gak jadi orang Indonesia? ” sudah membuat kehebohan. Sebagian teman-teman saya yakin saya sudah membuat penghinaan kepada bangsa dan negara ini karena berani menanyakan pertanyaan itu. Mereka yakin aku pantas dipenjarakan karena tidak punya nasionalisme….

Sebagian memjawab pertanyaan saya: Gua bangga jadi orang Indonesia soalnya ini tanah air gua. Ini tumpah darah gua… Wow saya SUNGGUH SUNGGUH senang ada orang yang merasa seperti itu. Mereka tidak perlu alasan untuk bangga. Mereka BANGGA titik. Good for them…

Bagi saya… saya perlu lebih. Saya perlu alasan untuk bangga. Read More..

Bangga Jadi Orang Indonesia?

Bulan lalu saya menghadiri pertemuan komisi kepemudaan KAJ. Ada yang istimewa kali ini. Salah satu acaranya talkshow dengan Rm. Magnis Suseno SJ. Romo yang anehnya banyak ngurusin politik.. meskipun tidak jadi politikus.. Topiknya masih nyerempet politik… judulnya : Wawasan Kebangsaan.

Talkshow dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya! Kayaknya sudah lamaaaa sekali tidak menyanyikan lagu kebangsaan.. terakhir kali waktu masih upacara bendera di SMA. Jujur.. ada rasa haru juga menyanyikan lagu Indonesa Raya. Rm Magnis yang kelahiran Jerman namun sekarang sudah jadi warga negara Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan maha serius.. dua tangan rapat di sisi badan.\

Moderator talkshow menanyakan satu pertanyaan mengelitik sesudahnya:  Apakah Anda bangga jadi orang Indonesia? Tidak ada yang langsung menjawab pertanyaan yang mudah itu. Mungkin bingung. Dijawab tidak bangga… malu sama peserta lain. Dijawab bangga, apa alasannya? Read More..

jagonya ayam

Semua tahu resto mana yang punya semboyan di atas…

Malam ini tidak sengaja aku mengikuti wawancara Hermawan Kertajaya (penulis topik marketing, one of my favourite writer…)  dengan (kalo gak salah) ownernya resto di atas..

I loved the interview… seru dan mendalam.. dan cukup panjang  interviewnya.. (jarang-jarang…) plus gak banyak iklan..intinya sih tentu saja bicara tentang marketing.. (pastinya..) Banyak hal yang bisa dipelajari dari interview tersebut.. tentu saja sekali lagi tentang marketing.. sang owner yang di interview itu.. (masih muda, lengkap dengan bibir yang di-piercing.. oh my God..) untung ketolong penampilan keren dengan jas dan saputangan merah di saku.. serunya.. interview ini tentang strategi marketing nya si jago nya ayam Read More..

aku dulu minder

Kemarin aku ultah.. itu satu momen penuh inspirasi yang wajib dijadikan posting oleh seorang blogger (terutama karena tahun ini umurku officially melewati umur Tuhan Yesus..haha..) refleksi dikit…

SMA… aku ketua OSIS dengan ide2 aneh (salah satunya mengadakan fashion show terheboh dalam sejarah SMA-ku), tidak pernah keluar dari daftar lima besar di kelas, kebanggan keluarga (kedua adikku… ehmm… biasanya cuma masuk kalo dibuat daftar lima puluh besar… hehe)

Tapi aku punya masalah (yang tidak aku sadari waktu itu).. aku penderita minder akut.. (really??)  Read More..

save now

ini sesuatu yang aku tulis untuk mengingatkan diri sendiri…

Aku senang ikut seminar (yap.. hobi yang aneh)..  aku senang seminar yang bagus.. pembicara yang asyik.. insipirasi yang timbul.. dan tentunya favoritku .. seminar oleh Bo Sanchez..(bagi yang belum kenal Bo Sanchez.. baca blognya di: www.bosanchez.ph ) dan ini satu inspirasi yang aku dapat ketika ikut seminarnya yang berjudul “eight secrets of the truly rich” : What’s important is not how much you earn but how much you save..

Read More..