hidup adalah kesempatan
Sep 29, 2008 hari-hari
Sakit panas dua hari ini… masuk angin berat! Gara-garanya mandi jam satu pagi (how stupid it was..) ceritanya aku jengukin bokap seorang teman yang baru saja dioperasi tumor. Ternyata bokapnya butuh transfusi darah. Golongan O. Klop. Aku golongan O. Sehat. Berat badan tidak kurang dari 50 kilo (pastinya…) Jadilah aku donor darah untuk pertama kalinya. Nah ngantri mau donornya itu yang lama di PMI Kramat. Hasilnya jam satu pagi baru nyampe rumah. Dan karena badan terasa lengket karena keringat.. mandilah aku.. akibatnya tepar dua hari karena masuk angin..
Banyak hal penting terjadi belakangan ini..
Plan A, Plan B, Plan C…
Jun 16, 2008 hari-hari, inspirasi
Sabtu malam lalu aku punya janji hadir di retret JOY. Di adakan di daerah Cibodas, Puncak. Karena punya rencana mengunjungi PRJ (Pekan Raya Jakarta; pameran produk macem-macem yang selalu diadakan pas anak-anak sekolah liburan..) jadinya aku rencana berangkat malam, tidak sama-sama dengan rombongan anak-anak JOY yang sudah berangkat paginya…
Ternyata banyak hal terjadi di luar rencana sehingga baru pada minggu malam aku sampai di Puncak…
Read the rest of this entry »
oleh oleh…
Jun 10, 2008 hari-hari
Hari aku ke Tepas (temu pastoral) lagi… dua jam lagi perginya, dua jam lagi pulangnya, jalan ke Puncak masih berliku-liku dan masih bikin kepala puyeng… tetap tampil satu jam di depan lebih dari 100 romo (romonya berbeda dengan yang minggu lalu).. dan tetap kebagian bicara gak lebih dari sepuluh menit.. (hehehe.. belajar dari pengalaman minggu lalu, aku bicara lebih cepat dan gak pake basa-basi.. model-model kalau kaset diputar fastforward gitu…)
anyway.. kepala yang puyeng gara-gara aku memang rawan mabok darat kalo naik mobil ternyata mendapatkan ‘imbalan’ setimpal :
Read the rest of this entry »
Tags: tepas
romo rapat
Jun 9, 2008 hari-hari
Minggu lalu saya punya pengalaman yang seru…
Saya bicara di depan romo-romo. Hah? Apa serunya??
Serunya… karena ada lebih seratus romo yang mendengarkan saya… (at least mereka duduk manis di kursi mereka.. semoga saja mereka mendengarkan saya…)
Jelas saya gugup bukan main.. saya biasa bicara di depan ratusan orang.. tapi baru kali ini saya bicara di depan ratusan romo plus uskupnya segala…
syukurlah saya tidak sendiri. Bersama saya ada empat teman lain. Kami duduk di depan romo-romo dari seluruh Jakarta, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para romo dan moderator diskusi.
Jadi ceritanya.. saya diundang ke Temu Pastoral (TEPAS), ini pertemuan romo-romo dari seluruh Jakarta untuk membahas strategi pastoral di keuskupan agung Jakarta.
Selasa pagi, jam tujuh saya sudah tiba di gereja Katedral. Beberapa teman akan berangkat bersama dengan mobil keuskupan. Bisa diduga.. kami terlambat dari jadwal. Alhasil jam 8.30 baru kami cabut dari keuskupan. Kami dijadwalkan tampil jam 10.30 di vila Renata (tempat para romo ber-Tepas). Karena waktu yang sempit, mobil ngebut di jalan berliku-liku di daerah puncak. Alhasil, saya yang duduk menyamping di kursi belakang mobil kijang.. Puyenggg….
Syukur kami tiba tepat waktu.. kami berlima tampil 1 jam menjawab pertanyaan romo dan moderator. Topik utama : Orang Muda Katolik!!
Yap. itulah tema Tepas kali ini: Orang Muda Katolik… Ada rasa senang terselip mengetahui hal ini. Orang muda agaknya mendapat ‘tempat spesial’ di keuskupan agung Jakarta. Buktinya ya tepas ini.. romo-romo kita sedang berusaha memahami orang-orang muda katolik..
Besok.. saya ke tepas lagi.. 2 jam ke puncak.. 2 jam balik ke jakarta.. 1 jam tampil di depan…(dibagi dengan 5 orang.. hitung-hitung saya paling banyak bicara 10 menit..) but bagi saya ini layak dilakoni.. untuk orang muda katolik..
titip doa.. semoga orang muda kita sungguh jadi harapan dan masa depan gereja…
tanah minang
Apr 17, 2008 hari-hari, inspirasi
Oke. aku telah melanggar perintah teratas di daftar sepuluh perintah ala blogger. Hampir dua minggu aku tidak posting di blog ini. Tidak ada manusia yang menyebut dirinya blogger berani melakukan dosa yang tak terampuni ini. Still…ampunilah daku para pembaca… dan berdoalah semoga Tuhan mengarunia aku dengan laptop dan koneksi internet tanpa batas sehingga aku bisa blogging dimanapun kapanpun…
Post ini tentang perjalanan ke padang! Tanah minangkabau nan rancak banar… Aku kesana dalam rangka mengikuti ultah Badan Pelayanan Nasional Karismatik Katolik Indonesia. Ini kali pertama aku ke Padang. Selama ini Padang hanya identik dengan.. apalagi kalau bukan.. nasi padang! Padang ternyata tidak hanya tentang nasi padang…
Tags: jalan-jalan, padang
ENTREPRENEUR
Mar 12, 2008 hari-hari
Jujur. Saya juga tidak tahu bagaimana caranya membaca judul di atas (dan saya juga ngecek kamus supaya yakin tidak salah tulis).
Akhir tahun lalu istri saya memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur. Setelah delapan tahun bekerja di sebuah perusahaan. Setelah delapan tahun di belakang meja dari jam sembilan sampai jam lima. Selama delapan tahun menerima transferan setiap akhir bulan. Selama delapan tahun menunggu-nunggu bonus tahunan tergantung keuntungan perusahaan (dan kebaikan hati si Boss). Setelah delapan tahun dia memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal dengan meja kantor tercinta. Tidak ada lagi jam kerja. Tidak ada lagi gaji di akhir bulan. Tidak ada lagi bonus tahunan. Dia sekarang seorang entrepreneur. Istilah keren untuk seseorang tanpa gaji.
Read the rest of this entry »
valentine’s day
Feb 22, 2008 hari-hari
OK. Valentine’s day memang sudah lewat (basi?). Tapi seperti seorang sahabat pernah berkata: “Setiap hari adalah valentine”. How can we argue about that?
Lagipula baru sekarang saya sempat posting sesuatu yang terjadi di hari nan romantis itu. Kali ini mengenai hal pribadi ya postingnya.. (hei.. apa gunanya punya blog kalau saya tidak posting hal pribadi.. ya gak?!)
Ok. Ceritanya komunitas kami mengadakan misa valentine khusus suami istri. Agak diskriminatif memang.. para jomblo yang ’sengsara’ di hari valentine hanya bisa gigit jari. hehehe…
Read the rest of this entry »
Masih Cina?
Feb 8, 2008 hari-hari
Hari ini Tahun Baru Imlek. Dan saya TIDAK merayakannya. Artinya, secara Read the rest of this entry »
resmi, di tahun tikus tanah ini, tahun baru Imlek jadi (hampir) sama seperti hari
Nyepi, hari Kemerdekaan, hari Valentine (oops..) Memang bukan baru tahun ini
saja saya tidak merayakan tahun baru imlek. Namun kenyataan menyedihkan ini
tiba-tiba saya sadari tahun ini.
life is difficult
Jan 24, 2008 hari-hari
Itu kalimat pertama dari satu buku terkenal “The Road Less Traveled” karangan Scott Peck. Bagi yang kenal saya sebagai orang optimis (beberapa teman-teman setuju menggolongkan saya sebagai ‘optimis nekat’), pasti heran mengapa saya posting tulisan dengan judul sedemikian pesimis.
Ceritanya.. beberapa hari lalu saya mengemban tugas negara untuk menjemput mama saya yang sedang berkunjung dan tinggal di rumah saudara di daerah Serpong. Setelah usaha pinjam mobil kiri-kanan gagal, akhirnya saya memutuskan naik taksi.
Sambil berdiri di pinggir jalan menunggu taksi lewat, saya berdoa semoga bertemu sopir taksi yang menyenangkan. Jelas saya tidak ingin menghabiskan perjalanan tomang - serpong dengan sopir taksi bermuka masam yang bikin bete. Nah, semua kita tahu bahwa Tuhan itu suka bercanda (menurut saya sih.. gak selalu lucu). Dia menjawab doa saya dengan cara yang saya tidak duga. Saya bertemu dengan seorang sopir taksi yang sangat spesial. Mengapa spesial?
Pertama, dia jelas Tionghoa. (Sorry bukannya rasialis, tapi berapa banyak sopir taksi bermata sipit di Jakarta maha luas ini….?) Begitu buka pintu taksi, saya lihat foto yang terpampang di dashboard. “Wah chinese ni..” Namun saya tidak komentar apa-apa. Saya kuatir itu mungkin bukan komentar yang dia sukai. Namun topik ‘chinese’ ini muncul juga, ketika mendengar saya menelpon ke mama dan bicara bahasa planet (bagi sebagian orang tentunya.. sebenarnya itu dialek Hakka).
“Engko, Chinese ya?” Si sopir taksi bertanya.
“Heeh..” Jawab saya setengah hati. Astaga, sudah jelas toh pak. Lihat sipitnya mata saya. Ok kulit saya memang tidak seputih standar chinese.. tapi kan barusan saya ngomong cang cing cong.
“Gak kelihatan chinese ko..”
“Masa?!” Astaga pak… semoga saja penglihatan bapak tidak bermasalah. Nyawa saya di tangan bapak saat ini.
“Kalo wa (saya) kelihatan ya chinese nya?”
Saya mengangguk sambil tersenyum.
Lanjut tentang spesial-nya sopir taksi ini. Dia mungkin merasa ada hubungan darah dengan saya (mungkin karena nenek moyang kita berdua bersama satu miliar orang lainnya sama-sama dari daratan tiongkok..) sehingga dia mulai cerita tentang hidupnya. Cerita tentang sulitnya kehidupan. Cerita tentang istrinya yang terbaring sakit. Tinggal menunggu ajal. Gagal ginjal, kerusakan lambung, flek di paru-paru. Usaha pengobatan berakhir tanpa hasil berarti selain menghabiskan seluruh tabungan seumur hidupnya. (13 juta rupiah untuk dua minggu di rumah sakit). Ceritanya semakin menyedihkan ketika dia bercerita bahwa sebelum sakit istrinya membantu kehidupan keluarga dengan menjadi loper koran, karir yang sekarang dilanjutkan anaknya nomor dua. Anak tertuanya, seorang gadis, tidak bisa membantu banyak karena terlahir cacat. Tinggal anak bungsunya yang jadi harapan keluarga.. suatu beban yang terlalu berat untuk dia tanggung karena dia pun baru lulus kuliah.
Dengan terus terang dia mengaku bahwa dia enggan pulang ke rumah karena tidak tahan melihat kondisi istrinya. Di hari-hari dia tidak nyopir taksi, dia memaksa diri pulang demi membersihkan kotoran istrinya (maaf!) yang berserakan di seluruh kamar.
“Kata Alkitab, Tuhan tidak mencobai kita melebihi kekuatan kita kan ya pak?” tanya dia ketika taksi itu sudah dekat rumah saya.
Saya tergoda memberikan khotbah saya. Tentang berserah. Tentang rencana Tuhan yang indah pada waktunya. Tapi saya menahan lidah saya, saya tahu saya tidak berhak. Saya belum mengalami penderitaan hidup seperti yang dia alami. Apa hak saya menceramahi dia? Jadi saya hanya tersenyum kikuk. Saya berdoa dalam hati semoga Tuhan yang maha murah hati memberi dia kekuatan untuk menjalani hidup yang memang tidak mudah.
Cerita si sopir taksi membuat saya sadar betapa beruntungnya saya.. betapa tidak bersyukurnya saya kalau saya mengeluh tentang gaji saya.. betapa saya dilimpahi berkat kalau saya masih bisa makan tiga kali sehari.. betapa saya harus bersyukur bahwa saya dan orang-orang terdekat saya sehat walafiat..
Life is difficult. Semoga Tuhan memberi kita kekuatan ketika hidup menjadi tidak mudah.
it’s a new year. it’s a new blog.
Jan 14, 2008 hari-hari
Setelah mencoba membuat beberapa blog, nitip di tempat hosting blog… akhirnya aku mendapatkan tempat tumpangan di web JOY yang harap-harap di masa depan bisa muncul, setelah menjali proses maintenance yang laaamaaaa.. banget!
Ini salah satu resolusi tahun baruku. Memulai blog ini dan sharing pengalaman sehari-hari. Semoga dibaca dan ada artinya bagi orang lain. Kalaupun tidak.. at least jadi tempat menumpahkan pikiran dan pengalaman lewat tulisan..
Happy New Year. It will be a blessed new year!
