life is difficult
Jan 24, 2008 hari-hari
Itu kalimat pertama dari satu buku terkenal “The Road Less Traveled” karangan Scott Peck. Bagi yang kenal saya sebagai orang optimis (beberapa teman-teman setuju menggolongkan saya sebagai ‘optimis nekat’), pasti heran mengapa saya posting tulisan dengan judul sedemikian pesimis.
Ceritanya.. beberapa hari lalu saya mengemban tugas negara untuk menjemput mama saya yang sedang berkunjung dan tinggal di rumah saudara di daerah Serpong. Setelah usaha pinjam mobil kiri-kanan gagal, akhirnya saya memutuskan naik taksi.
Sambil berdiri di pinggir jalan menunggu taksi lewat, saya berdoa semoga bertemu sopir taksi yang menyenangkan. Jelas saya tidak ingin menghabiskan perjalanan tomang - serpong dengan sopir taksi bermuka masam yang bikin bete. Nah, semua kita tahu bahwa Tuhan itu suka bercanda (menurut saya sih.. gak selalu lucu). Dia menjawab doa saya dengan cara yang saya tidak duga. Saya bertemu dengan seorang sopir taksi yang sangat spesial. Mengapa spesial?
Pertama, dia jelas Tionghoa. (Sorry bukannya rasialis, tapi berapa banyak sopir taksi bermata sipit di Jakarta maha luas ini….?) Begitu buka pintu taksi, saya lihat foto yang terpampang di dashboard. “Wah chinese ni..” Namun saya tidak komentar apa-apa. Saya kuatir itu mungkin bukan komentar yang dia sukai. Namun topik ‘chinese’ ini muncul juga, ketika mendengar saya menelpon ke mama dan bicara bahasa planet (bagi sebagian orang tentunya.. sebenarnya itu dialek Hakka).
“Engko, Chinese ya?” Si sopir taksi bertanya.
“Heeh..” Jawab saya setengah hati. Astaga, sudah jelas toh pak. Lihat sipitnya mata saya. Ok kulit saya memang tidak seputih standar chinese.. tapi kan barusan saya ngomong cang cing cong.
“Gak kelihatan chinese ko..”
“Masa?!” Astaga pak… semoga saja penglihatan bapak tidak bermasalah. Nyawa saya di tangan bapak saat ini.
“Kalo wa (saya) kelihatan ya chinese nya?”
Saya mengangguk sambil tersenyum.
Lanjut tentang spesial-nya sopir taksi ini. Dia mungkin merasa ada hubungan darah dengan saya (mungkin karena nenek moyang kita berdua bersama satu miliar orang lainnya sama-sama dari daratan tiongkok..) sehingga dia mulai cerita tentang hidupnya. Cerita tentang sulitnya kehidupan. Cerita tentang istrinya yang terbaring sakit. Tinggal menunggu ajal. Gagal ginjal, kerusakan lambung, flek di paru-paru. Usaha pengobatan berakhir tanpa hasil berarti selain menghabiskan seluruh tabungan seumur hidupnya. (13 juta rupiah untuk dua minggu di rumah sakit). Ceritanya semakin menyedihkan ketika dia bercerita bahwa sebelum sakit istrinya membantu kehidupan keluarga dengan menjadi loper koran, karir yang sekarang dilanjutkan anaknya nomor dua. Anak tertuanya, seorang gadis, tidak bisa membantu banyak karena terlahir cacat. Tinggal anak bungsunya yang jadi harapan keluarga.. suatu beban yang terlalu berat untuk dia tanggung karena dia pun baru lulus kuliah.
Dengan terus terang dia mengaku bahwa dia enggan pulang ke rumah karena tidak tahan melihat kondisi istrinya. Di hari-hari dia tidak nyopir taksi, dia memaksa diri pulang demi membersihkan kotoran istrinya (maaf!) yang berserakan di seluruh kamar.
“Kata Alkitab, Tuhan tidak mencobai kita melebihi kekuatan kita kan ya pak?” tanya dia ketika taksi itu sudah dekat rumah saya.
Saya tergoda memberikan khotbah saya. Tentang berserah. Tentang rencana Tuhan yang indah pada waktunya. Tapi saya menahan lidah saya, saya tahu saya tidak berhak. Saya belum mengalami penderitaan hidup seperti yang dia alami. Apa hak saya menceramahi dia? Jadi saya hanya tersenyum kikuk. Saya berdoa dalam hati semoga Tuhan yang maha murah hati memberi dia kekuatan untuk menjalani hidup yang memang tidak mudah.
Cerita si sopir taksi membuat saya sadar betapa beruntungnya saya.. betapa tidak bersyukurnya saya kalau saya mengeluh tentang gaji saya.. betapa saya dilimpahi berkat kalau saya masih bisa makan tiga kali sehari.. betapa saya harus bersyukur bahwa saya dan orang-orang terdekat saya sehat walafiat..
Life is difficult. Semoga Tuhan memberi kita kekuatan ketika hidup menjadi tidak mudah.
PASSION
Jan 24, 2008 inspirasi
that’s a funny word.. yang susah dicari padanannya di bahasa Indonesia. Gairah? (wek!) Semangat? (gaklah..) Passion itu tentang sesuatu yang ada di dalam hati kita. Sesuatu yang bikin kita semangat hidup. Sesuatu yang bikin kita lupa waktu. Sesuatu yang bikin hidup punya arti. Pasion itu adalah sesuatu yang bikin kamu rela mati untuknya. (Ha?)
Bagi saya, passion saya adalah kepemimpinan. Saya suka memimpin. Dengan segala tetek bengeknya. Saya suka merencanakan. Mengumpulkan tim. Membuat budget. Mencari resourcenya. Memecahkan masalah. Memulai suatu proyek. Bahkan saya menyukai rapat (terutama rapat yang efisien yang mencapai sasaran). Saya hampir bisa menyukai tanggung-jawab berat seorang pemimpin (jangan lihat saya seperti itu.. saya belum gila). Film favorit saya adalah jenis yang dimulai dengan seorang tokoh utama mengumpulkan anggota tim nya untuk suatu proyek. (salah satunya jadul bangat.. seri tipi. the A team) Tempatkan saya di pulau terpencil tanpa penduduk, tanpa orang untuk dipimpin, saya akan mati merana
..(pilihan lain.. saya mungkin akan memimpin monyet-monyet yang saya temukan di pulau itu..)
Bagi Riana, istri saya, passionnya adalah ANJING.. yap.. doggie.. guk-guk… saya baru tahu sesudah menikah dengan dia :) Dia dog-lover. Ralat! Dog-mania. Kami punya dua pudel di rumah (dia akan dengan senang hati menambah populasi binatang berbulu itu kalau saya tidak terus-menerus mencegahnya). Dia mencintai para anjing. Yang kelas elit sampai kelas kampung. Saya ingat menonton sebuah film bersamanya. Ketika tokoh utama di film tersebut meninggal, dia tidak bereaksi. Namun ketika si anjing peliharaan meninggal, Riana menitikkan air mata.
Beberapa bulan lalu ia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya selama delapan tahun dan mulai bisnis dog grooming alias salon anjing. Hari ini dia menerima panggilan ke rumah untuk mandi, cukur, merawat para anjing bernasib baik (para anjing kampung yang malang kebetulan tidak punya pemilik yang bisa membayar jasa grooming). Bukan pekerjaan gampang (menurut saya). Beberapa anjing menolak di-salonin. Tidak sudi disikat. Menolak mandi. Ketakutan melihat gunting dan alat cukur. Mengancam untuk menggigit (beberapa diantaranya benar-benar melakukannnya..) Beberapa anjing bernasib buruk mempunyai pemilik yang malas menyisir bulu mereka (sekedar info: jenis pudel, shitzu, peking, pom, dkk yang berbulu lebat butuh disisir setiap hari) Tidak jarang mereka tampil dengan bulu-karpet (istilah kami), bulu yang saking kusutnya sudah berbentuk jalinan karpet. Solusi: sisir sedapatnya, sampai tangan pegal. Kalau tidak berhasil, cukur sampai gundul.
Saya tidak mengerti mengapa istri saya mencintai pekerjaan ini. Saya tidak berusaha untuk mencari penjelasan. Karena saya tahu passion tidak membutuhkan penjelasan. It is in your heart. You born with it. You have to live for it.
ps. Apa passion-mu?
Tags: leadership
Samuel.. samuel
Jan 18, 2008 Uncategorized
Saya fanatik tentang hal ini. Saya sangat percaya bahwa setiap orang punya panggilan dalam hidupnya. Bahwa setiap orang born with a mission. Ya.. setiap orang. Bukan orang-orang spesial yang terpanggil menjadi nabi, imam, rohaniwan, martir, orang kudus.. Bukan. Semua orang. Si Paijo, Gunawan, Aliong, Firman, Rahmat, Sinta, Michelle, Inem… lebih dari 5 milliar makhluk hidup yang bernama manusia yang menjejali bumu ini.. setiap dari mereka.. mempunyai panggilan. Tuhan menuliskan itu, ehmm… mengukirnya, memahatnya, di dalam hati mereka saat menciptakan mereka.
Banyak kali orang menemukan panggilan mereka ketika mereka masih kecil. Contoh aja.. Saya ingat bahkan dari SD saya suka membaca dan mengarang. Hobi mengarang ini terkubur karena setiap kali menyerahkan tugas mengarang, saya selalu mendapatkan cubitan di perut dari guru Bahasa Indonesia saya. Mengapa? Tulisan saya JELEK. Bukannya karangan saya jelek. Bukan… tapi tulisan (huruf-huruf yang saya tulis) dianggap kurang rapi dan tidak terbaca, bahkan untuk ukuran anak SD yang tulisannya carut-marut. Punya saya tergolong lebih parah dari biasa. Trauma ini (percayalah.. cubitan di perut berulang-ulang bisa menyebabkan trauma psikologi) membuat saya membenci mengarang. Namun bahkan sampai hari saya ingat pernah menonton di tipi seorang pengarang wanita yang sedang diwawancarai. Saya ingat membatin betapa menyenangkan pekerjaannya. Saya juga berkhayal untuk menulis cerpen dan mengirimkan ke majalah (tidak pernah terjadi terutama karena saya yakin tidak akan dimuat).
Coba lihat apa yang terjadi di umur saya yang 30an…. I’m blogging! Tidak ada guru Bahasa Indonesia yang mengatakan tulisan saya jelek. Tidak perlu kuatir tidak dimuat. It is my blog!
Dan tentang panggilan… hari ini saya menikmati pekerjaan saya yang banyak berhubungan dengan leadership. Kalau saya lihat ke belakang. Itu sepertinya sudah digariskan sebagai jalan hidup saya. Mulai dari memimpin anak-anak di komplek rumah saya, menduduki jabatan elit sebagai ketua kelas di bangku SD (jobdesc: hapus papan tulis), ketua OSIS di SMP-SMA, sampai segala ketua ini itu di pelayanan. It is my calling…
Ingat kisah Alkitab tentang Samuel kecil yang dipanggil Tuhan di malam hari. “Samuel, Samuel..” Saya kira Tuhan juga memanggil kita saat kita seusia Samuel. Memberi bayangan tentang misi kita di dunia. Memberikan kisi-kisi akan seperti apa hidup kita nanti setelah dewasa. Menaburkan mimpi yang menjadi cita-cita..
Sayangnya, bagi banyak orang, panggilan ini terkubur dalam-dalam di hati mereka. Karena takut (seorang teman yang punya panggilan jadi guru tidak pernah mengejar mimpinya karena takut kalau-kalau dia tidak bisa menghadapi para muridnya nanti), karena kuatir (seorang anak muda yang begitu mencintai musik tidak pernah mengejar mimpi menjadi pemusik karena kuatir dia tidak bisa hidup dari musik), karena kenyamanan (seorang wanita yang ingin terjun ke bidang sosial enggan meninggalkan pekerjaannya sekarang yang dilimpahi uang dan fasilitas). Banyak panggilan yang mati. Banyak misi yang tidak terselesaikan. So sad…
Apa panggilan hidupmu? Percayalah.. kita hanya menemukan arti hidup kita saat kita menjalani panggilan kita.. Be brave!
Tags: Mission
the journey is the destination
Jan 17, 2008 inspirasi
Jujur.. aku nyontek line ini dari salah satu blog yang aku kebetulan baca..
Anehnya hari ini aku baca line yang sama di majalah Time. Iklannya Emirates.
“Our new First Class private suite. Now the journey is the destination. Fly Emirates. ” Ditambah tulisan “our new First Class private suites feature wide-screen entertainment, a flat bed massage seat, work space, private mini bar and fine dining room service” WOW! (backgroundnya.. gak tahu kalo ini benaran situasi di pesawat atau gak.. seorang wanita lagi asyik membaca majalah di dalam bilik yang lebih mirip kompartemen kereta api daripada pesawat..)
Great idea..!! Naik pesawat jadi tidak berasa naik pesawat.
Jadi ingat cerita tentang seorang yang mau pergi ke Bogor. Bis yang dia tumpangi memutar VCD selama perjalanan. Ternyata bis yang ke Bogor memutar film yang dia sudah pernah tonton. PIkirnya “Mending naik bis lain saja.. cari film yang gua belon pernah nonton” Alhasil. Dia pindah ke bis jurusan Bandung demi menonton film baru selama perjalanan. Smart ha?
anyway.. kenapa destination is the journey….?
Karena aku.. seperti umumnya pria.. lebih mementingkan tujuan daripada perjalanannya. Yang penting nyampe. Lebih cepat lebih baik! Who care how you get there.. just get there. Aku akan jadi manusia paling bahagia kalau suatu hari kita bisa transport orang model Star Trek (beep me Scotty!) atau model Harry Potter (pilih aja mo pake apparition atau floo network atau vanishing cabinet).
Berbeda dengan makhluk bernama wanita. They love the journey. Semua pria yang pernah beruntung mengantar seorang wanita pergi shopping akan menyetujui analisa ini..
Ada saatnya dalam hidup.. kita perlu belajar menikmati perjalanan.. ehmm.. ralat! Setiap saat dalam hidup kita perlu belajar menikmati perjalanan. The journey is the best part. The journey IS the destination. Enjoy!
Just make sure.. you are in the right bus okay? ![]()
Tags: random
Thanks God for the internet
Jan 15, 2008 Uncategorized
Sepuluh tahun yang lalu ketika saya mulai bekerja full-time untuk pelayanan, tugas saya sederhana… riset dan menyusun pengajaran. Hari ini tugas saya sedikit lebih rumit (termasuk menulis renungan, memimpin satu pelayanan dengan 100 anggota tim, jualan buku renungan, jualan buku rohani, ikut memimpin sebuah komunitas perjanjian, memimpin seksi kepemudaan di BPK KAJ, membuat video, desain brosur belum lagi termasuk kadang-kadang kurir, cleaning-service, dan operator telpon. Ha!) Ini bukan keluhan.. seperti kata Alkitab.. setia dalam perkara kecil, Tuhan percayakan perkara besar. Dalam kasus saya banyak perkara besar…
Namun jauh di dasar hati, saya merindukan hari-hari ketika saya membaca banyak buku dan duduk di depan komputer menyusun pengajaran. Puji Tuhan! Sekarang saya kembali melakukannya… dengan cara berbeda.. kalau dulu saya membaca banyak buku untuk mengumpulkan bahan pengajaran, sekarang saya browsing internet.. dan jagat maya nan luas ternyata menyimpan potensi yang luar biasa. Harap maklum.. sampai bulan lalu saya masih termasuk pelanggan internet dial-up yang bertumbuh dalam roh kesabaran kalau sedang surfing internet. Sekarang saya beruntung masuk ke klub para pemakai internet kabel yang meskipun masih termasuk low-end (hanya 100rb sebulan) sudah dapat menikmati berkat kumpulan informasi yang berlimpah ruah di internet.
Tujuan favorit saya tentu saja.. web Bo Sanchez: www.preacherinbluejeans.com dan www.bosanchez.ph . Web acuan untuk pelayanan bagi anak muda yang dari dulu saya gemari www.thesource4ym.com. Saya beruntung menemukan beberapa website yang dijejali oleh kotbah dan pengajaran. MP3 player saya sekarang tidak lagi kekurangan pasokan.
Thanks God for the internet. Hidup jadi jauh lebih mudah. Riset jauh lebih menyenangkan.
Nb: Internet juga sangat membantu jika kita perlu resep masakan
just search di yahoo atau google…
it’s a new year. it’s a new blog.
Jan 14, 2008 hari-hari
Setelah mencoba membuat beberapa blog, nitip di tempat hosting blog… akhirnya aku mendapatkan tempat tumpangan di web JOY yang harap-harap di masa depan bisa muncul, setelah menjali proses maintenance yang laaamaaaa.. banget!
Ini salah satu resolusi tahun baruku. Memulai blog ini dan sharing pengalaman sehari-hari. Semoga dibaca dan ada artinya bagi orang lain. Kalaupun tidak.. at least jadi tempat menumpahkan pikiran dan pengalaman lewat tulisan..
Happy New Year. It will be a blessed new year!
Hello world!
Jan 14, 2008 Uncategorized
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
