happy easter

Tahun ini… gereja yang kukunjungi untuk misa.. tidak terlalu rame.. (mengherankan…) Aku memang datang satu jam lebih awal. Tapi kalo taon-taon lalu biasanya gereja sudah penuh bahkan sejam sebelumnya. Taon ini.. kosong.. dan aku bisa memilih untuk duduk di tempat duduk favoritku.. di pinggir.. bangku yang hanya muat empat orang.. karena aku berdua Riana isteriku, hanya tersisa tempat untuk dua orang. Tapi, karena aku dihitung satu setengah.. hanya tersisa tempat untuk satu orang saja..hahaha..

Satu jam lowong itu… aku berdoa (well.. most of the time.. ada juga ngelamunnya…). Selain pengen enjoy aja… taon-taon lalu aku bawa buku.. (hei mind you… bukan buku komik ya.. buku rohani dunk..) Tapi taon ini aku ingin bicara dengan Yesus… Many things.. difficult decision.. big challange.. banyak deh..

Paskah taon ini bagiku adalah harapan.

Seperti murid Yesus yang menemukan Yesus bangkit.

Dia tidak mati. It’s not over yet!

Jangan kembali menjadi penjala ikan.. kan kamu dipanggil menjadi penjala manusia…

That’s your Lord who has risen! He is alive. He is with you.

everybody.. Happy Easter.. Semoga janji baptis yang kita ucapkan lagi di malam paskah terpatri dalam lubuk hati kita..  sehingga untuk selama-lamanya kita ikut Yesus.. selama-lamanya..

ENTREPRENEUR

Jujur. Saya juga tidak tahu bagaimana caranya membaca judul di atas (dan saya juga ngecek kamus supaya yakin tidak salah tulis).

Akhir tahun lalu istri saya memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur. Setelah delapan tahun bekerja di sebuah perusahaan. Setelah delapan tahun di belakang meja dari jam sembilan sampai jam lima. Selama delapan tahun menerima transferan setiap akhir bulan. Selama delapan tahun menunggu-nunggu bonus tahunan tergantung keuntungan perusahaan (dan kebaikan hati si Boss). Setelah delapan tahun dia memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal dengan meja kantor tercinta. Tidak ada lagi jam kerja. Tidak ada lagi gaji di akhir bulan. Tidak ada lagi bonus tahunan. Dia sekarang seorang entrepreneur. Istilah keren untuk seseorang tanpa gaji.

Read the rest of this entry »

Leadership Is Difficult

Yap. Itu keluhan para leaders yang aku punya di tim pelayananku. Betapa susah jadi seorang pimpinan. Memimpin sekelompok orang yang tidak kita bayar (namanya juga pelayanan) memang bukan pekerjaan ringan. Kalau kita nyuruh-nyuruh dibilang sok merintah. Kalau kita diamkan saja dibilang tidak perhatian.

Read the rest of this entry »

Gembala Domba Yang Memimpin Tiga Juta Orang - 2

Masih tentang Musa dan bagaimana dia belajar memimpin tiga juta orang. Dua pelajaran terpenting tentang kepemimpinan yang dipelajari Musa terjadi di awal dan akhir karir kepemimpinannya:

Musa belajar mendelagasikan.
Segera setelah Musa terbukti ‘sakti’ (hei.. lihat saja bagaimana dia membelah laut), maka orang Israel pun mulai mengakui Musa sebagai pemimpin. Dan seperti kebanyakan pemimpin, Musa menemukan dirinya harus merangkap pekerjaan hakim, konselor, psikolog, psikiater sekaligus. Orang-orang Israel datang kepadanya dengan membawa segala masalah: istri yang curiga suaminya selingkuh, urusan jual beli kambing yang belum tuntas, sampai ke masalah gangguan tetangga sebelah kemah yang ngorok kalau tidur. Musa yang baik hati pun harus duduk dari pagi sampai petang mendengarkan dan menyelesaikan masalah-masalah ini.

Read the rest of this entry »

Gembala Domba Yang Memimpin Tiga Juta Orang

Banyak tokoh di Alkitab adalah pemimpin-pemimpin besar; Abraham, Musa,Yusuf, Daud adalah beberapa diantaranya. Dan tentu saja Yesus sendiri adalah pemimpin yang tidak bisa dicari bandingannya. Belajar kepemimpinan dari hidup mereka boleh dibilang tidak ada habisnya.

Di antara banyak pemimpin besar di Alkitab, saya punya seorang idola. Musa! Mengapa Musa? Karena kisah hidupnya sungguh menarik. Coba lihat hidupnya! Diseludupkan oleh orang tuanya, menjadi anak pungut, tumbuh sebagai seorang pangeran di kalangan istana, dikejar-kejar karena membunuh, ‘pindah karier’ menjadi gembala, diberi tugas memimpin umat Israel, empat puluh tahun di padang gurun, meninggal tanpa sempat menikmati hasil perjuangannya. What a life! Hidup saya jadi membosankan dibandingkan dengan hidupnya.
Melihat hidup Musa lebih dekat, kita akan belajar banyak tentang kepemimpinan.

Read the rest of this entry »