how other sees me…

Saya sedang mengajar tentang gambar diri di retret JOY yang diikuti oleh para siswa Theresia. Topiknya : Gambar Diri. Saya ingin mengillustrasikan bahwa pandangan orang lain terhadap kita belon tentu benar…. Orang lain mungkin menyebut kita; bego, jelek, ancur… eiiii… mereka kemungkinan besar salah…

btw. ini gambar anak-anak Tere ketika disuruh gambarin aku..

karikatur-gw.jpg karikatur-gw-001resize.jpgkarikatur-gw-002resize.jpgkarikatur-gw-003resize.jpgkarikatur-gw-004.jpg

like i said… they may be wrong :)

gaya hidup para pemenang bag 2

Gara-gara tulisan ini saya dijuluki ‘Tung Desem versi Rohani’ oleh seorang teman.. saya hanya bisa berharap julukan ini disebabkan karena tulisan ini memotivasi dia seperti kalau mendengarkan ceramah Tung Desem.. bukan karena belakangan ini jidat saya semakin mirip punya Tung Desem… Hehehe.. (Maaf pak Tung…)

btw.. ini sambungannya dari tulisan lalu.. tentang gaya hidup para pemenang..

Read the rest of this entry »

gaya hidup para pemenang bag I

Saya biasa membawakan renungan. Biasanya sih.. di ruangan kelas atau aula sekolah yang panas serasa ruangan sauna (maklum yang mengundang saya persekutuan doa anak muda). Atau paling banter di salah satu ruangan gereja (biasanya kalaupun ada hanya  dilengkapi dengan AC yang berjuang setengah mati untuk menunaikan tugasnya..) Namun Selasa lalu keadaannya berbeda. Saya membawakan renungan di ruangan berkarpet empuk di salah satu gedung di kawasan elit di Sudirman. Dengan hiasan bambu (meskipun terbuat dari plastik) di kedua sisi ruangan. Sound system merk Bose.. layar multimedia 2 biji yang memainkan animasi terus menerus.. masih ditambah layar contekan yang digantung( ini berguna buat yang pimpin pujian kalo lupa lirik lagu). Dan AC nya…… ini baru benar-benar AC.. (hehehe..) Maklum lah malam itu saya diundang Perduki Chapter Selatan I (persekutuan doanya para pengusaha Katolik).

Read the rest of this entry »

Plan A, Plan B, Plan C…

Sabtu malam lalu aku punya janji hadir di retret JOY. Di adakan di daerah Cibodas, Puncak.  Karena punya rencana mengunjungi  PRJ  (Pekan Raya Jakarta; pameran produk macem-macem yang selalu diadakan pas anak-anak sekolah liburan..) jadinya aku rencana berangkat malam, tidak sama-sama dengan rombongan anak-anak JOY yang sudah berangkat paginya…

Ternyata banyak hal terjadi di luar rencana sehingga baru pada minggu malam aku sampai di Puncak…

Read the rest of this entry »

oleh oleh…

Hari aku ke Tepas (temu pastoral) lagi… dua jam lagi perginya, dua jam lagi pulangnya, jalan ke Puncak masih berliku-liku dan masih bikin kepala puyeng… tetap tampil satu jam di depan lebih dari 100 romo (romonya berbeda dengan yang minggu lalu).. dan tetap kebagian bicara gak lebih dari sepuluh menit.. (hehehe.. belajar dari pengalaman minggu lalu, aku bicara lebih cepat dan gak pake basa-basi.. model-model kalau kaset diputar fastforward gitu…)

anyway.. kepala yang puyeng gara-gara aku memang rawan mabok darat kalo naik mobil ternyata mendapatkan ‘imbalan’ setimpal :

Read the rest of this entry »

romo rapat

Minggu lalu saya punya pengalaman yang seru…
Saya bicara di depan romo-romo. Hah? Apa serunya??
Serunya… karena ada lebih seratus romo yang mendengarkan saya… (at least mereka duduk manis di kursi mereka.. semoga saja mereka mendengarkan saya…)
Jelas saya gugup bukan main.. saya biasa bicara di depan ratusan orang.. tapi baru kali ini saya bicara di depan ratusan romo plus uskupnya segala…
syukurlah saya tidak sendiri. Bersama saya ada empat teman lain. Kami duduk di depan romo-romo dari seluruh Jakarta, menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para romo dan moderator diskusi.
Jadi ceritanya.. saya diundang ke Temu Pastoral (TEPAS), ini pertemuan romo-romo dari seluruh Jakarta untuk membahas strategi pastoral di keuskupan agung Jakarta.
Selasa pagi, jam tujuh saya sudah tiba di gereja Katedral. Beberapa teman akan berangkat bersama dengan mobil keuskupan. Bisa diduga.. kami terlambat dari jadwal. Alhasil jam 8.30 baru kami cabut dari keuskupan. Kami dijadwalkan tampil jam 10.30 di vila Renata (tempat para romo ber-Tepas). Karena waktu yang sempit, mobil ngebut di jalan berliku-liku di daerah puncak. Alhasil, saya yang duduk menyamping di kursi belakang mobil kijang.. Puyenggg….
Syukur kami tiba tepat waktu.. kami berlima tampil 1 jam menjawab pertanyaan romo dan moderator. Topik utama : Orang Muda Katolik!!
Yap. itulah tema Tepas kali ini: Orang Muda Katolik… Ada rasa senang terselip mengetahui hal ini. Orang muda agaknya mendapat ‘tempat spesial’ di keuskupan agung Jakarta. Buktinya ya tepas ini.. romo-romo kita sedang berusaha memahami orang-orang muda katolik..
Besok.. saya ke tepas lagi.. 2 jam ke puncak.. 2 jam balik ke jakarta.. 1 jam tampil di depan…(dibagi dengan 5 orang.. hitung-hitung saya paling banyak bicara 10 menit..) but bagi saya ini layak dilakoni.. untuk orang muda katolik..
titip doa.. semoga orang muda kita sungguh jadi harapan dan masa depan gereja…