aku dulu minder

Kemarin aku ultah.. itu satu momen penuh inspirasi yang wajib dijadikan posting oleh seorang blogger (terutama karena tahun ini umurku officially melewati umur Tuhan Yesus..haha..) refleksi dikit…

SMA… aku ketua OSIS dengan ide2 aneh (salah satunya mengadakan fashion show terheboh dalam sejarah SMA-ku), tidak pernah keluar dari daftar lima besar di kelas, kebanggan keluarga (kedua adikku… ehmm… biasanya cuma masuk kalo dibuat daftar lima puluh besar… hehe)

Tapi aku punya masalah (yang tidak aku sadari waktu itu).. aku penderita minder akut.. (really??) 

Yap.

Tidak ada yang menyangka bahkan aku juga tidak. Aku ketua OSIS, juara kelas. Minder??! Why? Mungkin.. karena sering diejek ‘gendut’. Mungkin karena… mamaku yang sering membandingkan aku dengan anak tetangga yang selalu juara kelas… Apapun sebabnya… aku menghabiskan masa remaja dengan berusaha mencari pengakuan dan pujian dari orang lain. Lewat keaktifan di organisasi. Lewat prestasi di kelas..

Definisiku tentang orang minder adalah orang yang merasa dirinya tidak cukup baik. Dari pengalaman aku tahu seorang yang minder alias gak pede bisa jadi orang tertutup yang sembunyi di pojok atau jadi orang outgoing yang mengantongi segudang prestasi. Mereka memerlukan prestasi itu untuk menutupi rasa minder mereka…

Thanks God..  sebuah buku membuka mataku.. tulisan di buku itu seakan bisikan Tuhan yang menyadarkan aku bahwa aku selama ini berusaha mencari pujian dan pengakuan dan penerimaan lewat prestasi dan jabatan di organisasi… usaha yang sia-sia..

Sia-sia juga…

Mereka yang membeli mobil 1 milyard demi status dan gengsi…

Mereka yang bersumpah hanya mau memakai barang ‘bermerek’..

Mereka yang mengorbankan keluarga dan Tuhan demi kesuksesan karir

Mereka yang  menumpuk harta demi kehormatan

Sia-sia karena penerimaan mulai dari dalam diri kita. Ketika kita menerima diri kita. Seperti Tuhan menerima kita. Ketika kita tahu kita tidak perlu lagi mencari pujian dan penerimaan orang lain karena penerimaan Tuhan sudah cukup…  Dan untuk mendapatkan penerimaan dan pujian darinya… aku tidak perlu menjadi ketua OSIS dan masuk lima besar…

3 Responses to “aku dulu minder”

  1. Aphing Says:

    Setuju bro. . .
    harus belajar cinta diri dan menerima diri sendiri.
    saya masih berjuang untuk hal-hal ini. secara gak sadar gw juga sakit minder. huahahahaahahaaa


  2. Juli aja Says:

    iya bangeettttt…
    God is so nice,,
    God is so good…
    itu sebabnya ada atau tidak adanya pengakuan dr org lain tidak bisa menentukan sebagaimana qt diterima oleh Tuhan..
    Minder…sepertinya ga terlalu,,
    lebih pendiam mungkin..


  3. Agustino - Khuntong 2000 Says:

    Nice story…
    Dulu saya juga punya pengalaman seperti kamu. Saya sering dicompare ama teman akrab saya oleh orang tua saya. Tetapi bagi saya, itu menjadi suatu pacuan / motivasi untuk melampaui dia (dan ini pernah berhasil hehehe).

    Menurut saya, orang yg dulu “agak” kurang dalam sekolah, belum tentu “kalah” dalam hidup ini. Banyak juga dalam teman saya yang biasa2 aja waktu sekolah, tapi pas masa kerja, dia sangat sukses.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>