Seni Jualan

“Every one lives by selling something.”

Robert Louis Stevenson

choypan

choypan

Ketika aku masih di SD, keluargaku pernah mengalami kesulitan besar. Papaku yang kerjanya sebagai sopir truk masuk penjara gara-gara dianggap bersalah mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Begini ceritanya…

Truk yang disopirin oleh papaku membawa tumpukan balok kayu. Dalam perjalanan truk itu ditabrak dari belakang oleh sebuah truk lain. Otomatis truk pun jalannya oleng. Pada saat bersamaan seorang pria dengan menaiki sepeda lewat dari arah berlawanan. Papa berusaha menghindari menabrak orang tersebut dengan sengaja mengarahkan truk agar cebur ke sungai di tepi jalan. Tragis.. si pengendara sepeda pun punya pikiran yang sama. Dia tewas tertimpa balok-balok kayu.

Papa masuk penjara.. untuk waktu yang cukup lama. Itu masa suram bagi keluargaku. Kami tinggal serumah dengan nenek dan tanteku. Sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, tante dan nenek membuat semacam kue untuk dijual… (nama kuenya : Choypan, semacam dumplin isi sayur… liat gambar).

Tanteku biasa bangun jam 4 pagi untuk mulai membuat kue itu… dan paginya kue itu bisa dijajakan. Aku biasanya diminta bantu menemani nenek menjajakan kalo sudah pulang dari sekolah. Gak sampai musti door to door sih.. kita cukup mangkal di salah satu rumah saudara, lalu pelanggannya datang sendiri. Begitupun… tugas jualan kue sudah membuat aku malu. Biasanya aku mencari kesempatan untuk pergi main daripada melayani yang mau beli.

Mengapa anak umur SD sudah bisa malu jualan? Tidak tahu… Yang jelas.. keengganan untuk jualan terus aku bawa. Ketika aku mahasiswa dan ikut salah satu bisnis multilevel… hal yang paling aku takuti adalah JUALAN. Aku tidak takut presentasi di depan puluhan bahkan ratusan orang. Tapi kalau jualan… aku langsung kehilangan keberanian. Hasilnya, aku gagal total di bisnis ini.

Hari ini aku sadar SEMUA orang harus bisa jualan. SEMUA orang pasti perlu jualan. Kalau kita seorang pengusaha.. pasti itu SANGAT penting. Kalau kita karyawan kita pun harus bisa menjual pemikiran dan ide kita kepada Bos. Kalau kita masih pengangguran (apalagi) kita harus bisa ‘jual diri’ … kalau ingin dapat pekerjaan. Hari ini aku jualan Kabar Baik, jualan buku rohani, jualan komunitasku, jualan ide dan konsep, kadang-kadang bantu istriku jualan jasa salon anjing..

Aku memutuskan untuk melihat jualan sebagai pekerjaan maha penting dan sangat terhormat. Karena jualan produk atau jasa yang baik sama dengan menawarkan orang lain kesempatan untuk mempunyai hidup yang lebih baik.

Masih malu jualan?

2 Responses to “Seni Jualan”

  1. ron2 Says:

    akan menjadi kendala ketika semua orang jualan, maka akan tercipta pasar…ada apa didalam pasar?

    ada pembeli, ada persaingan. maka pembeli akan membeli penjual yang bisa dipercaya dengan harga yang murah dan barang jualan yang bagus.

    kalau itu buku its ok. kalau itu pelayan Tuhan. hahahha

    sudah terjadi, dan akan terus terjadi


  2. Johan Says:

    pelayan Tuhan jualan?? hmm…
    btw. aku percaya pelayan Tuhan harus menjual ( I quote) penjual yang bisa dipercaya..(memberikan pelayanan yang baik).. barang jualan bagus (prepare, training supaya bisa memberikan yang terbaik) dan harga murah.. (no comment lah.. yang termurah belon tentu yang terbaik)..hehehe


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>