Perjuangan di Bali

Saya menghabiskan seminggu di BALI!

Oke… sebelum pada ngiri karena membayangkan saya berjemur di pantai, belajar surfing, menikmati snoorkling atau curiga bahwa saya punya honeymoon kedua di bali, saya ke Bali dalam rangka menghadiri Konvenas muda-mudi III (bagi yang gak ngarti, konvenas itu ajang kumpul-kumpulnya muda-mudi yang terlibat dalam karismatik katolik). Ini ceritanya…

Saya masih ingat ketika panitia yang ditunjuk, diwakili dua cewe dari Bali, mempresentasikan rencana mereka setahun yang lalu. Presentasi yang lengkap dengan gambar alam Bali ala kartu pos, penari bali dengan mata melotot, mereka dengan yakin membeberkan rencana penyelenggaraan konvenas di Bali…Sang ketua panitia yang selalu ceria bahkan sempat menjanjikan akan memborong sate babi untuk semua peserta… hari itu saya yakin, tidak seorang pun yang hadir dalam presentasi itu sadar betapa beratnya perjuangan yang akan kami hadapi.

Mulai dari tempat yang harus dipindahkan dari rencana semula yang berarti biaya membengkak berkali-kali lipat, pencarian dana yang dimulai dengan modal dengkul alias tanpa modal, kurangnya sumber daya manusia yang dapat terlibat dalam proyek besar ini…

Namun pahitnya perjuangan mewujudkan konvenas ini hampir terlupakan karena antusiasme muda-mudi dari seluruh Indonesia untuk ikut serta. Banyak yang harus menabung berbulan-bulan untuk bisa hadir di konvenas. Tidak sedikit yang harus mengeluarkan rayuan maut untuk mendapatkan ijin cuti dari Bos di kantor. Agaknya iming-iming untuk jalan-jalan di Bali sesudah konvenas merupakan salah satu faktor pendorong antusiasme yang tidak biasa ini… begitu kecurigaan beberapa kami. Namun apapun yang menyebabkan mereka berjuang sampai titik darah penghabisan supaya bisa ke Bali, kami yang menyelenggarakan konvenas girang karena tidak harus promosi sampai berbusa-busa…

Satu hal yang jadi catatan penting yang membesarkan hati adalah dukungan yang bukan basa-basi dari orang muda di seluruh Indonesia. Banyak yang tanpa diminta apalagi ditodong merogoh kocek dan menyumbangkan uang yang besarnya sangat besar untuk ukuran kantong orang muda. Beberapa pahlawan pecinta orang muda yang meskipun dari segi usia sudah tidak muda lagi namun menaruh harapan besar buat gerakan orang muda Karismatik Katolik menunjukkan dukungan mereka lewat dorongan moril, doa dan bantuan keuangan yang sekali lagi: bukan basa-basi. Semua itu telah membuat konvenas ini bukan lagi proyek beberapa orang, bukan lagi proyek panitia di Bali, konvenas ini telah menjadi proyek orang muda karismatik Katolik di seluruh Indonesia. Semua merasa memiliki, semua merasa berkepentingan, semua ingin bisa bertemu di Bali untuk berkonvenas.

Kembali kepada kenapa akhirnya saya menghabiskan seminggu di Bali. Panitia akhirnya memutuskan untuk mengundang seorang pembicara dari India yang kebetulan saya kenal baik: Colin Calmiano. Seorang pembicara Internasional dan pewarta yang sangat di kenal di India. Saya ketiban tugas (sekaligus berkat) untuk menemani dia selama dia di Indonesia. Saya mengundang dia agar datang tiga hari lebih dulu sebelum konvenas sehingga sempat menyiapkan diri dan tentunya menikmati alam bali yang sayang untuk dilewatkan. Rencana jalan-jalan yang akhirnya juga disisipkan mengisi pengajaran di salah satu persekutuan doa (apa boleh buat… namanya pewarta, mau liburan juga tetap diminta untuk mewartakan Sabda Allah). Alhasil, saya seminggu di Bali karena datang lebih awal ini.

Ketika konvenas berlangsung tidak banyak kesempatan untuk melihat Bali. Praktis jalan-jalan hanya sekitar hotel di Denpasar yang bersebelahan dengan Mac Donald, Ramayana dan Matahari (bukan objek menarik bagi orang Jakarta seperti saya!). Panitia menggunakan satu hotel utama (hotel Grand Shanti) yang praktis kita ‘milik’ kita selama konvenas karena kamarnya kita pakai semua. Ditambah beberapa hotel sekitarnya untuk menampung beberapa kelebihan peserta yang tidak tertampung di Grand Shanti. Panitia cukup adil dengan menyesuaikan biaya konvenas sesuai dengan fasilitas yang berbeda di hotel. Jadilah ada yang menikmati AC bahkan masih ditambah kolam renang, sebagian yang lain cukup bersyukur dengan kipas angin dan numpang berenang di hotel lain… :)

Namanya konvenas ya tentu tidak jauh dari mendengarkan para pembicara yang hebat-hebat: mulai dari Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno yang sepanjang pengajaran membuat peserta terpingkal-pingkal sampai sakit perut dengan humornya yang segar dan asli ‘jowo’, pembicara import Colin Calmiano yang dengan khotbah yang berapi-api menularkan semangatnya kepada para peserta, Pak Agus Suherman yang membuat para peserta terpaku di tempat duduk, Pak Joseph Tedjaindra dengan gaya kebapakan, Pak Arwianto yang dengan gaya tenang namun menghanyutkan, lengkap dengan romo gaul : Romo Adrian OP yang bicara dari hati ke hati kepada para orang muda. Rasanya tidak berlebihan kalau dibandingkan dengan ’sajian’ yang dimakan sudah ‘lengkap gizinya’, komplit sudah…

Masih ditambah lagi para trainer di kelas-kelas yang memberikan workshop. Riko Ariefano yang memberikan workshop Team Building, Yurika memberikan workshop pewartaan, Cello memberikan workshop Worship, workshop Leadership diberikan oleh Colin Calmiano.

Hampir empat ratus peserta yang hadir dari tujuh belas keuskupan akan sepakat kalau konvenas ini meninggalkan kesan yang mendalam. Pengajaran, persaudaraan, kesempatan untuk bersama-sama dalam satu iman memuji dan menyembah Allah, merayakan Ekaristi sebagai gereja yang satu dari seluruh negri ini… Sungguh pengalaman yang pantas dibayar dengan mengeratkan ikat pinggang agar bisa menabung uang tiket ke Bali dan rela dipelototin bos yang tidak rela karyawan kesayangannya cuti…

Bahkan yang terbaikpun harus berakhir, Konvenas ditutup dengan misa meriah yang dipersembahkan konselebrasi oleh delapan orang Imam. Akhirnya menjadi kesimpulan seluruh acara yang dikerjakan secara keroyokan oleh bagian kepemudaan dari berukaan yang meriah, Jakarta yang menyumbangkan acara KRK yang bertabur cahaya (lengkap dengan glbagai keuskupan. Surabaya yang sempat menyumbangkan misa pembukaan dan acara pembowstick yang berwarna-warni), Menado, Papua, Pontianak, dan banyak lagi ikut turun tangan membuat konvenas ini jadi spesial. Panitia Bali memastikan konvenas ini ditutup dengan meriah dengan menghadirkan penari bali yang mungil-mungil beserta modern dance yang heboh!

Tentu tidak lupa acara terakhir , apalagi kalu bukan foto-foto yang luar biasa sulit diatur, tukar alamat email dan nomor handphone… serta ditambah ucapan: sampai jumpa di konvenas berikutnya di Surabaya.

5 Responses to “Perjuangan di Bali”

  1. Tina NArita Says:

    Wow! sekarang ak jadi ingat siapa itu Johan hehe.. yang translaternya Colin ya.. tau dah sekarang. ak copy tulisan ini untuk info tambahan liputan Konvenas di majalah Parokiku WartaFXKuta ya.. tengkyuu..
    ak baca email Johan tentang leadhership.. jadi ingat, Sabda pengetahuan yang ak dapat di Gathering DOJCC Bali di Pertengahan Oktober… Sabda Pengetahuan itu berulang, “Sudah saatnya mempersiapkan pemimpin2 muda. pemimpin gereja dari anak2 muda! pemimpin2 Katolik muda yang rendah hati, bersemangat dan tahu apa yang mereka lakukan, yang mau belajar selalu..!
    Eh, ternyata, setelah itu pembawa Firmannya membagikan tentang betapa pentingnya kaum muda mengenal pribadi Allah sebagai Bapa.. yang bisa mencetak pemimpin2..
    dan hari ini email Johan tentang Leadership bersama Colin Calmiano…
    Ak berdoa agar Tuhan kita memberkati dan merealisasikan rencana Anda..


  2. ^Cynth^ Says:

    aku ternyata tidak pintar merayu, tidak dapat ijin kantor buat ikut..
    Surabaya, selain aku belum pernah kesana (waktu itu cm numpang lewat duang sih beberapa kali)
    Planning Koh, kita buat acara jalan2 disana.. mumpung masih jauh2 hari, susun kegiatan untuk muda-mudi jkt bersukaria, bergathering di Surabaya ^^ gmn?


  3. tiwigyhydyk Says:


  4. JOSE Says:


    Pillspot.org. Canadian Health&Care.No prescription online pharmacy.Special Internet Prices.Best quality drugs. Low price drugs. Order pills online

    Buy:Wellbutrin SR.Buspar.Lipothin.Female Cialis.Nymphomax.Lasix.Cozaar.Benicar.Amoxicillin.Female Pink Viagra.Advair.Aricept.SleepWell.Prozac.Zocor.Acomplia.Ventolin.Zetia.Lipitor.Seroquel….


  5. av Says:


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>